Pondok Pesantren (Pontren) Al-Ihsan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diikuti oleh para guru, tenaga kependidikan, serta pengurus pontren.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang konsep Kurikulum Berbasis Cinta yang menekankan pembelajaran dengan pendekatan kasih sayang, empati, toleransi, dan penghargaan terhadap sesama. Melalui kurikulum ini, peserta didik diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial.
Dalam pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Guru berperan sebagai pendidik sekaligus teladan dalam menanamkan nilai cinta kepada Allah SWT, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa.
Pimpinan Pontren Al-Ihsan menyampaikan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan nilai-nilai kepesantrenan yang selama ini dijalankan. “Pendidikan yang dilandasi cinta akan melahirkan generasi yang berkarakter kuat, berempati, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pendidik di Pontren Al-Ihsan dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga mampu mencetak santri yang berilmu, berakhlakul karimah, dan bermanfaat bagi masyarakat.